Kala Cinta Mengetuk
Ela Heni Sucipto
March 13, 2020
0 Comments
Jatuh cinta,??
O indah rasanya
Membuat ingin selalu bersamanya
Rasa rindu menggebu saat jarak seakan egois memisahkan kita
Bertemu adalah obat bagi pelipur lara
Begitulah katanya rasa jatuh cinta.
Warna-warna seperti pelangi, saking indahnya pelangi sampai dia lupa kalau pelangi saja perlu kabut dan bahkan hujan serta teriknya matahari hehe.
Kecintaan pada sosok lawan jenis itu memang wajar dan bahkan sangat wajar.
Karena sejatinya kita diciptakan dengan memiliki rasa yang luar biasa, ciyaakkh.
Kalian kapan jatuh cinta?
SMP?
SMA?
SD?
Atau bahkan TK, wah kalah nih aku kalau jatuh cinta pas masih TK
(yaiyalah emang aku sekolah TK ? :D)
Hayoo rasanya gimana?
Apakah berbunga-bunga?
Bermekaran kelopak-kelopaknya bak musim semi di luar negeri sana? hihi
Pernah jatuh cinta
Jatuh cinta pada yang seharusnya dan bahkan pada cinta yang bukan seharusnya
Perjalanan ditemani pohon yang seakan-akan mengikuti langkah kereta yang kecepatannya tak pernah ku tahu berapa km/jam selalu membuatku berfikir akan untuk siapa hidup ini?
Perjalanan dengan seorang diri adalah favoritku walau kadang cukup melelahkan dan membosankan
Tapi bagiku itu menyenangkan
Setiap perjalanan ada berbagai macam tujuannya ada yang tujuannya untuk sebuah kebahagiaan travelling misalnya, mencari ilmu, atau bahkan juga menyambut kesedihan
Bagiku setiap perjalanan adalah ilmu
Bagaimana tidak, seringkali ku dapati pengetahuan-pengetahuan yang dengan tiba-tiba dan sebelumnya tidak ku ketahui tentang hal tersebut
Kala itu, ada yang membisikkan bahwa hidup kita hanyalah untuk Allah
Rasanya bisikan itu makin kuat di setiap lembaran Mushaf yang ku buka
"Jika memang hidupku hanya untuk Engkau, kenapa hati ini sering ku labuhkan pada manusia? Apakah Engkau sudah tidak mau menerimaku lagi? Hingga getaran kepadaMu pun sering terkalahkan oleh getaran hati ini terhadap manusia."
Sebelumnya, aku begitu memuja ciptaanNya hingga membuat diri ini terlena
Setiap notife handphone (yang lebih sering ku pegang daripada Mushafku -_-) muncul dilayar dengan indikator warna lampu hijau di atas dan disertai lambang Whatsapp selalu ku buka dengan antusias dan selalu berharap sehuruf pesan darinya
Dan benar saja, memang darinya
Beberapa kali memang kerap kami berkomunikasi via online
Mulai dari pembicaraan lucu, diskusi ringan dan bahkan kadang tentang sebuah visi misi hidup
Mengasyikan?
Ya tentulah sangat mengasyikan, namanya juga hal duniawi apalagi dibaluti dengan siraman cinta. Hiyahiya
Seringnya komunikasi mulai memunculkan benih-benih cinta yang tak kasat mata
Katanya nyaman namun seringkali ku dapati rasa gelisah
O indah rasanya
Membuat ingin selalu bersamanya
Rasa rindu menggebu saat jarak seakan egois memisahkan kita
Bertemu adalah obat bagi pelipur lara
Begitulah katanya rasa jatuh cinta.
Warna-warna seperti pelangi, saking indahnya pelangi sampai dia lupa kalau pelangi saja perlu kabut dan bahkan hujan serta teriknya matahari hehe.
Kecintaan pada sosok lawan jenis itu memang wajar dan bahkan sangat wajar.
Karena sejatinya kita diciptakan dengan memiliki rasa yang luar biasa, ciyaakkh.
Kalian kapan jatuh cinta?
SMP?
SMA?
SD?
Atau bahkan TK, wah kalah nih aku kalau jatuh cinta pas masih TK
(yaiyalah emang aku sekolah TK ? :D)
Hayoo rasanya gimana?
Apakah berbunga-bunga?
Bermekaran kelopak-kelopaknya bak musim semi di luar negeri sana? hihi
"Tidak ada yang tepat untuk menjelaskan cinta itu sendiri"
Ya, aku juga seperti kalianPernah jatuh cinta
Jatuh cinta pada yang seharusnya dan bahkan pada cinta yang bukan seharusnya
Perjalanan ditemani pohon yang seakan-akan mengikuti langkah kereta yang kecepatannya tak pernah ku tahu berapa km/jam selalu membuatku berfikir akan untuk siapa hidup ini?
Perjalanan dengan seorang diri adalah favoritku walau kadang cukup melelahkan dan membosankan
Tapi bagiku itu menyenangkan
Setiap perjalanan ada berbagai macam tujuannya ada yang tujuannya untuk sebuah kebahagiaan travelling misalnya, mencari ilmu, atau bahkan juga menyambut kesedihan
Bagiku setiap perjalanan adalah ilmu
Bagaimana tidak, seringkali ku dapati pengetahuan-pengetahuan yang dengan tiba-tiba dan sebelumnya tidak ku ketahui tentang hal tersebut
Kala itu, ada yang membisikkan bahwa hidup kita hanyalah untuk Allah
Rasanya bisikan itu makin kuat di setiap lembaran Mushaf yang ku buka
"Jika memang hidupku hanya untuk Engkau, kenapa hati ini sering ku labuhkan pada manusia? Apakah Engkau sudah tidak mau menerimaku lagi? Hingga getaran kepadaMu pun sering terkalahkan oleh getaran hati ini terhadap manusia."
Sebelumnya, aku begitu memuja ciptaanNya hingga membuat diri ini terlena
Setiap notife handphone (yang lebih sering ku pegang daripada Mushafku -_-) muncul dilayar dengan indikator warna lampu hijau di atas dan disertai lambang Whatsapp selalu ku buka dengan antusias dan selalu berharap sehuruf pesan darinya
Dan benar saja, memang darinya
Beberapa kali memang kerap kami berkomunikasi via online
Mulai dari pembicaraan lucu, diskusi ringan dan bahkan kadang tentang sebuah visi misi hidup
Mengasyikan?
Ya tentulah sangat mengasyikan, namanya juga hal duniawi apalagi dibaluti dengan siraman cinta. Hiyahiya
Seringnya komunikasi mulai memunculkan benih-benih cinta yang tak kasat mata
Katanya nyaman namun seringkali ku dapati rasa gelisah





































